Friday, May 28, 2010 Prince of Persia

23 06 2015

Jakarta (ANTARA) — Bagi para pecandu games komputer, “Price of Persia” bukanlah barang baru. “Game console” itu telah diproduksi berseri-seri oleh Ubisof, perusahaan “sofware games” komputer ternama.
Sejak dirilis pertama kali, “Prince of Persia” selalu mendapat sambutan yang luar biasa. Dan setiap tahun, para pecandu games selalu menunggu rilis terbaru “Prince of Persia”. Pendeknya “Prince of Persia” telah menjadi legenda bagi para pecandu games.
Kini, “Prince of Persia”, “naik panggung” layar lebar. Dan cerita “jam pasir” itu dikemas dalam film bioskop, dengan mengharap kesusesan yang setara dengan versi gamesnya.
“Prince of Persia” diawali dengan serangan yang dilakukan oleh tentara Persia ke negeri suci Alamut, yang dipimpin seorang puteri bernama Tamina (Gemma Arterton) yang sangat cantik.
Penyerangan oleh tentara Persia dilakukan oleh tiga orang pangeran yakni Tus (Richard Coyle), Garsiv (Toby Kebbell), dan Dastan (Jake Gyllenhaal).
Tus dan Garsiv merupakan anak kandung raja Sharaman, sedangkan Dastan merupakan anak angkat yang ditemukan oleh raja di jalanan dan berhasil menarik hati orang nomor satu di Persia itu karena keberaniannya.
Karena besar di jalanan, perilaku Dastan lebih urakan dibanding kedua saudaranya, namun dia sangat bertanggung jawab besar untuk menjaga kehormatan kerajaannya.
Meskipun hanya anak angkat, Dastan sangat mencintai kerajaan Persia dan keluarganya.
Penyerangan ke Alamut dilakukan oleh Dastan bersaudara karena mendengar kabar dari sang paman atau adik raja Sharaman, bernama Nizam (Sir Ben Kingsley) bahwa negeri suci itu membantu pasokan senjata untuk musuh-musuh Persia.
Akhirnya, dalam waktu singkat, Alamut berhasil ditaklukkan oleh tentara Persia yang memang terkenal selalu menang dalam peperangan dan pangeran Dastan menemukan sebuah belati istimewa.
Raja Sharaman yang mendengar ketiga anaknya menyerang kerajaan Alamut sangat murka, ia berprinsip negeri suci itu harus dilindungi.
Namun, karena mendengar berbagai pertimbangan dari ketiga puteranya dan adiknya Nizam mengenai alasan penyerangan ke Alamut, maka raja mengalah meskipun tetap kecewa.
Dalam pesta perayaan kemenangan Persia, Dastan atas usul Tus dan Nizam memberikan sang raja jubah suci yang didatangkan dari Alamut.
Bahkan, jubah tersebut juga telah dipersiapkan oleh Tus dan Nizam, sehingga Dastan hanya tinggal memberikannya saja pada sang raja.
Siapa sangka, jubah tersebut mengandung racun sehingga sang raja yang baru sebentar mengenakan baju kebesaran hadiah dari Dastan itu tewas seketika.

Hal itu menyebabkan Dastan diburu dan terancam dihukum mati, karena dianggap membunuh raja. Dastan yang merasa tidak bersalah karena menerima jubah tersebut dari Tus dan Nizam melarikan diri.
Dalam pelariannya, Tamina ikut mendampingi Dastan, karena tanpa sepengetahuan Dastan sang puteri cantik ingin merebut kembali belati istimewa yang berhasil ditemukan Dastan.
Selama beberapa hari melarikan diri, dan mencoba mengungkap kebenaran, Dastan menemukan kenyataan bahwa ternyata, sang paman, Nizam merupakan orang yang paling bertanggung jawab atas segala insiden.
Nizam merekayasa semua hal, karena ingin merebut belati istimewa yang berhasil ditemukan Dastan di negeri suci Alamut.
Ternyata belati tersebut memiliki kekuatan untuk membuka wadah pasir waktu, pasir yang bisa mengembalikan waktu ke masa lampau.
Akhirnya, Dastan dan Tamia terlibat dalam perang dan petualangan yang memikat demi menyelamatkan belati dan menjaganya dari tangan orang yang tidak bertanggung jawab.
Di negeri Alamut ada kepercayaan jika belati tersebut jatuh ke tangan orang jahat, masa waktu bisa diputarbalikkan sesukanya dan dewa-dewa di langit akan murka sehinga bias menimbulkan bencana besar yang mengamcam manusia.
Secara keseluruhan, jalan cerita film garapan Mike Newell itu luar biasa menarik dan membuat orang yang menontonnya menjadi penasaran pada akhir ceritanya.
Aksi bela diri dan perang yang ditonjolkan dalam film yang bernuansa Timur Tengah tersebut juga cukup mengagumkan.
Jake Gyllenhaal yang pernah bermain dalam film The Day After Tomorrow juga berhasil memerankan tokohnya sebagai Pangeran Dastan dengan baik.
Penampilannya yang memukau dan keelokan wajahnya bisa membuat penonton dari kaum waha “betah” berlama-lama menatap layar.
Gemma Arterton juga berhasil mengimbangi peran Jake Gyllenhaal dengan bagus lewat kemampuan aktingnya yang sebelumnya sudah teruji melalui film Quantum of Solace dan Clash of The Titans.
Kecantikan wajah Gemma yang disebut-sebut bakal menjadi kandidat pengganti Megan Fox di Transformers 3 juga membuatnya terlihat pas untuk memerankan tokoh puteri Tamina.
Film tersebut juga memiliki spesial efek dan visualisasi yang cukup bagus sehingga cukup layak untuk dijadikan tontonan keluarga di masa liburan.
Sumber: http://id.news.yahoo.com/antr/20100528/ten-resensi-film-prince-of-persia-dan-pa-723204b.html

 


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: