Saturday, August 22, 2009 Malaysia…oh Malaysia

23 06 2015

Jadi geram ama Pemerintah Malaysia yang telah mengklaim tari pendet sebagai budaya asli Malaysia…udah nggak punya malu kali tuh Malaysia, jelas-jelas tari pendet merupakan kesenian asli milik Indonesia…yah kan tari pendet asalnya dari Bali…

Langkah yang diambil oleh Pemerintah Indonesia, melalui Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia Jero Wacik dengan melayangkan nota protes kepada Menteri Penerangan dan Kebudayaan Malaysia Rais Yatim, tidaklah cukup…walaupun toh iklan pariwisata Malaysia yang ditayangkan di discovery channel diakui dibuat oleh pihak swasta dan Pemerintah Malaysia mengaku tidak mengetahui adanya pembuatan iklan tersebut. Aneh juga yah, wong sudah berkali-kali Malaysia menggunakan budaya Indonesia dalam iklan pariwisatanya, lagu rasa sayange, semisal batik, angklung, reog ponorogo, dan tari pendet…tentu hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Apakah dipandang sudah cukup dengan melayangkan Nota Protes kepada Pemerintah Malaysia…kok menurut aq, ya BELUM CUKUP. Sudah cukup kita kehilangan Pulau Ligitan dan Sipadan…belum lagi masalah Blok Ambalat…

Himbauan SBY agar Pemerintah Malaysia lebih sensitif/ peka terhadap hal-hal yang dapat memicu keharmonisan hubungan kedua negara, tentu saja harus ditindak lanjuti dengan sikap…misalnya memutuskan hubungan diplomatik kedua negara.

Mengapa kesannya kok Pemerintah Indonesia kurang tegas dalam menghadapi Malaysia…

Coba lihat mulai dari kasus:

Pulau Ligitan dan Pulau Sipadan

Pelanggaran batas teritorial wilayah laut di Blok Ambalat

Nasib TKI dan sebutan “Indon” yang kesannya negatif

Klaim atas Lagu Rasa Sayange, Batik, Angklung, Reog Ponorogo dan Tari Pendet

Tidak heran jika dulu Soekarno sempat mengeluarkan ajakan untuk Mengganyang Malaysia…dan memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia serta keluar dari keanggotaan PBB.

Sudah saatnya Pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas, mempertahankan harkat dan martabatnya, menjaga dan memelihara budaya bangsa Indonesia.

Walaupun sempat terbesit pertanyaan: lebih penting mana mempertahankan suatu budaya atau memelihara dan melestarikan budaya? apabila dalam perayaan imlek dipentaskan kesenian Barongsai apakah itu artinya kita mengklaim kesenian Barongsai sebagai bagian dari budaya bangsa Indonesia, lantas apakah Negara China akan marah? apakah budaya bisa memiliki semacam hak paten/ hak cipta? Satu pertanyaan terakhir yang penting untuk dijawab:

APAKAH PEMERINTAH INDONESIA TAKUT TERHADAP PEMERINTAH MALAYSIA DIKARENAKAN JUMLAH TKI YANG BEKERJA DI MALAYSIA JUMLAHNYA RIBUAN….?

Sudah sepatutnya kita sebagai bangsa dan negara yang besar dan kaya akan sumber daya alam maupun budaya, berani mengambil sikap tegas… bersatulah Indonesia, bersinarlah layaknya kilauan jamrud khatulistiwa. Jayalah Negeriku INDONESIA


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: