Tuesday, November 17, 2009 Mempertahankan Idealisme ditengah Kenyataan Hidup

23 06 2015

Bali, 17 Nopember 2009

Ntah sejak kapan aq tumbuh menjadi pribadi yang “sensitif” thd lingkungan sekitarku dan seiring dengan bertambahnya usiaku, proses dan pengalaman hidup, membuatku lebih memperlebar tingkat ke-sensitif-an-ku atas kehidupan yang sedang berjalan di bumi ini.

Kegemaranku untuk membaca, ntah apa karena dari usia tiga tahun aq sudah merasakan apa yg namanya pendidikan TK, keinginan untuk duduk dibangku sekolah, mengucapkan INI BUDI, INI IBU BUDI dst…

Ntah sudah berapa banyak buku yang aq baca….

Nggak tahan rasanya jika melihat ketidakadilan, penindasan, terutama yang terjadi pada lingkungan sekitarku, baik keluarga, teman, maupun manusia yang tidak aq kenal…..

Aq pernah merasakan sesak yang teramat sangat…ingin marah, ingin berteriak, ingin mengubah semuanya…namun aq hanya bisa meneteskan air mata…aq merasa LEMAH…tak berdaya…aq tidak punya cukup kekuatan untuk melawan semua itu…

Tanpa aq sadari….aq punya satu kekuatan yaitu PEMIKIRAN…

Nggak jarang karena pemikiran2 itu, ada teman yang akhirnya memusuhiku, namun banyak yang mendukung pemikiranku…
dari sekian banyak peristiwa,… ada satu moment yang menyadarkan aq bahwa PEMIKIRAN itu bisa menjadi KEKUATAN yang bisa mengalahkan kekuatan BOM NUKLIR sekalipun…

hmmm, mengapa orang bisa takut dengan pemikiran2ku…..

sempat aq berdiskusi dengan salah satu pihak yang sebenarnya dia mendukung pemikiranku namun dia berada dalam lingkungan organisasi yang telah membesarkan dirinya…

Don, loe tau nggak kenapa mereka takut ama loe???? mereka takut ama pemikiran loe, krn apa yg loe sampaikan itu benar2 tulus dari hati nurani loe, loe dengan mudah memiliki ide/pemikiran yang muncul begitu saja, yang mencengangkan kita semua…sesuatu yang ORISINIL hasil dari pengamatan loe sendiri selama ini dan itu yang kita semua tidak pernah perhatikan, dan ketika kamu memunculkan pemikiran itu, kami yang berada dalam organisasi sebesar ini, terhenyak….dan bukan cuman sekali namun berkali-kali….

Don, loe bisa terbang bebas, tidak terikat dgn organisasi manapun, tanpa di-lebel-i apapun, KEMERDEKAAN itulah yang aq iri, ujar salah satu temanku….

Don, dari mana asal ke-PD-an loe????, tanya salah satu temanku…

Biasanya sehabis membaca koran, atau melihat tayangan berita di TV, dadaku seakan terhimpit benda yang berat banget…. melihat penderitaan rakyat ….
Jengkel melihat pejabat2 tinggi negara yang duduk dengan megahnya di singgasana tanpa mau mendengar, melihat, menyentuh penderitaan rakyat….

Jangan jauh-jauh coba lihat dari lingkungan yang lebih kecil, jarang orang akan PEDULI dengan sesama, dengan tetangga, dengan teman sekalipun…hampir semua SIBUK Mengurusi KEPENTINGANNYA masing….apakah sikap ini akibat PEMERINTAH terlalu CUEK dengan rakyatnya….

Sempat kaget juga ketika salah satu orang terdekatku berucap, “Hati-hati lho Don, kamu jangan terlalu KRITIS”…..

yah terkadang aq nggak sadar akan hal itu, namun aq TIDAK PERNAH TAKUT untuk MENYUARAKAN jeritan hati rakyat….

Mungkin benar kata orang, hanya SENIMAN JALANAN lah yang tau apa arti HIDUP itu sebenarnya….

Jika memang ini sudah jalanku, maka biarlah aq tumbuh dan berkembang di jalan ini, dan biarlah aq hidup dan mati dalam PERJUANGAN-ku, dalam ke-IDEALISAN-ku, dengan segenap SEMANGAT dan CITA-CITA ku…

(udahlah Don, kok loe senang mikiran yang berat2, mikiran ajah besok bisa makan apa, ujar temanku -di kantongnya hanya ada uang 1000 rupiah….)


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: