Wednesday, July 29, 2009 Dia teman atau bukan?

23 06 2015

“Dia teman atau bukan?’, sebuah kalimat tanya yang sederhana, namun terkadang sering timbul dalam benak kita.

Salah satu temanku, curhat:
Don, tau nggak seh aq kenal ama dia tuh udah 7 tahun lebih, tapi kok rasanya dia itu aneh yah…dibilang teman iyah tapi sering ngejatuhin aq gitu, terkadang aq pgn membalas sikap kejamnya itu… supaya dia tau kalo aq tuh tidak bisa diperlakukan semaunya dia.

Usut punya usut setelah mendengar garis besar cerita dari temanku dan bertanya ke teman2 yang lain serta observasi singkat tentang si X:
Hmm rupanya temanku ini mendapatkan teman yang emang nggak pantes disebut TEMAN. Lha wong sukanya menjatuhkan teman sendiri.

“Trus gmana caranya untuk menghadapi si X ini”, tanya temanku.

“Yah udah cuekin ajah, mau dia nungging kek, mau muter2, mau marah, mau tertawa, intinya CUEKIN ajah….”, jawabku.

“loe enak kagak ketemu dia tiap hari, sedangkan aq sekantor ama dia, selantai pula, yah gmana nggak ketemuan”

“loh kan aq tadi bilang di-CUEK-in ajah, anggap ajah dia nggak pernah ada, gampang kan”, jelasku.

Apa emang di jaman yang serba modern, canggih, susah untuk mendapatkan teman yang nggak kayak si X itu, tanyaku dalam hati. Kenapa ya seseorang bisa berlaku tidak fair ke temannya sendiri?

Aq yakin pasti ada penyebabnya…kenapa si X itu memiliki sikap yang agak gmana gitu…

Secara pribadi, jika aq miliki teman seperti si X… apa yang akan aq lakukan:

1) tetap berteman, namun menjaga jarak
2) tetap berteman, namun menyimpan rasa tidak nyaman
3) tetap berteman, jika dia mneyakiti maka akan kubalas menyakiti
4) tetap berteman dan berusaha untuk membalas dendam dgn tujuan untuk menghancurkan hidup orang itu.
5) cuekin ajah, anggap dia tidak pernah ada

hmmm pilihan nya kok pada nggak enak semua yah….hmmm toh mau gimana2 dia tuh temanku, so whatever u are u are still my friend.

Untuk temanku Bima, mungkin kamu harus lebih sabar lagi menghadapi si X, walau mungkin hidupmu menjadi tidak nyaman karenanya, untuk jangka pendek coba menjaga jarak dengan si X, yah berbicara seperlunya ajah, kalo urusan kantor yah harus profesional, kalo ketemu yah cukup sekedar say hai, kalo diajak jalan2 yah ditolak dengan halus. Aq tau hampir semua teman2 kita tidak nyaman dengan sikap dia, namun aq tetap yakin oneday dia akan sadar bahwa apa yang dilakukannya selama ini adalah salah…


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: