Wednesday, June 24, 2009 Reading Niken’s Blog

23 06 2015
Gresik, 25 Juni 2009

Iseng-iseng baca blog-nya Niken:

Wajahmu mengalihkan duniaq
lately…. i know someone…he’s kind, humories, handsome, and wise………everything he’s done make me happy…thx God for give me this man….between my sadness and my doubtfull……..he change my live a lot…….and bring bright in to my dark……….but i know soon or latter i will lost him cz there’s a big river between us…..if i want i can cross it but i choose to not i choose to stand still here with my tears and my feeling……………
Ide setelah membaca tulisan Niken:
Hmm tulisan yang touchy banget, terkadang cinta yang kita harapkan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada…,terkadang kita merasa yakin dengan mencintai seseorang…, namun ketika hubungan tsb dijalani, malah membuat kita menderita (atau lebih pas-nya “tidak nyaman”), terkadang orang lain (atau teman baru-yang belum kita kenal pribadinya dgn baik) kita anggap dia lah orang yang paling memahami, mengerti apa yang kita mau,…teman baru yang bisa membuat kita bahagia, tertawa lepas, namun…terkadang ketika kita memutuskan meninggalkan kekasih kita dan menjalin hubungan dengan “teman baru”, rupanya hubungan dengan “teman baru” pun tidak berjalan mulus…
Kita jadi bertanya, kenapa teman baruku itu jadi berubah???
terkadang dengan adanya “STATUS/KOMITMENT-PACAR”, malah menimbulkan KETIDAKNYAMANAN…Singkatnya, MUNGKIN dia tidak COCOK untuk menjadi PACARKU, dia lebih cocok untuk jadi teman bahkan SAHABAT. Lalu,…TTM gitu??? Padahal kita butuh yang namanya SUATU KEPASTIAN atau STATUS/KOMITMENT untuk membuat hubungan itu SPECIAL yah seperti hubungan yang punya kekuatan HUKUM. Sehingga banyak orang yang merasa pentingnya status PACARAN/PERNIKAHAN. Kalo di budaya barat, MENIKAH itu merupakan tahapan yang tertinggi dalam hubungan dua insan yang saling mencinta dengan keyakinan hubungan tersebut memang layak untuk dipertahankan hingga akhir usia, yah setidaknya sepasang sejoli itu yakin mereka berdua akan MENGHABISKAN SISA HIDUPNYA BERDUA hingga MAUT MEMISAHKAN.
Tidak jarang kita jumpai pasangan yang sudah memiliki anak tapi belum menikah (lho kok bisa yah???), yah namanya juga dunia barat…. Kalo di Indonesia ini sudah disebut KUMPUL KEBO.
Apa seh enaknya kumpul kebo???
1. dosa
2. kasihan anak-nya (anak haram donk)
3. nggak diakui hak-hak nya (terutama dr segi pajak)
Kok mau kumpul kebo?
1. yah belum yakin ama pasangan
2. belum punya duit untuk nikah
3. lebih nyaman kalo tidak diikat pernikahan (toh hanya formalitas yang dibuat manusia)
4. tidak disetujui kedua belah pihak keluarga (yah mungkin perbedaan agama, kasta, dsb)
wush, aq mau kumpul kebo (domestic partnership-itu mungkin istilahnya di negara bule) krn pgn coba gimana rasanya tinggal 1 rumah dengan pasangan, yah sebagai proses mengenal pasangan sebelum menikah suatu saat nanti…kan kalo udah tinggal serumah kita bisa tau sikap, sifat, pemikiran pasangan kita…kira-kira dia cocok nggak yah ama aq? kira-kira aq nyaman nggak yah tinggal ama dia? dan masih banyak lagi kira-kira lainnya……
Yei….. kok nyari pasangan yang cocok seh??? ndak ada lagi pasangan yang sempurna…
Aq tidak ingin mencari pasangan yang sempurna, karena hidup memang tidak sempurna.
Peace yo…

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: